ya, morning sick, really?
mengada-ada ah orang jaman dulu mah.. orang jaman sekarang juga deng yang gak move on dari mitos-mitos orang jaman dulu. morning sick: mual-mual saat pagi hari. biasa terjadi pada awal kehamilan. but yes, not every moms-to-be got morning sicks. they also had an afternoon sick.
thats me.
padahal perut sudah full tank, engga cape-cape amat, dan hanya diem di rumah. tp tetep mual, mulai jam 4 sore tadi. si hormon, yuk mari kita salahin lagi dia, yang bawa gara-gara. tapi gapapa, hormon2 itulah yang akan bikin bayi saya growing stronger, health, and perfectly cute :)
jadi, am i doing morning sick? nope. i had afternoon sick for my first time. obatnya? tiduuuuuuuur.
jadiii, ada cerita apa lagi selain soal hamil evaaaa? hemmmm... *ketuk-ketuk meja*
-membayangkan ada pembaca yang bosen sama postingan soal hamil-
ogini, saya sedang rajin berhitung. untuk lebih besar lagi menabung. demi membeli perangkat bayi saat nanti waktunya :D gak sekarang kok, masih ada beberapa bulan lagi.
saya juga nabung biar bisa stok makanan2 sehat, sayur, buah, dll. karena saya mau jaga badan saya dari junkfood dan segala makanan enak lainnya demi tubuh yang prima menyambut si bayi. memiliki bayi, adalah olahraga fisik dan mental yang huge, makanya parents must be ready. in all way.
dari pengalaman emak-bapaknya semasa orok, jangan pada heran ya kalo bayi ini akan tumbuh jadi anak yang ngoprek, segala penasaran, dan carekeun (dalam batas normal). well, karena ayah-ibunya memang begitu saat orok, hahaha..
engga engga, saya sama oz ga inget jaman kita bocah tuh bandelnya kayak apa. yang pasti dari cerita turun temurun orang tua kami, ya, kami bisa mengerti jika bayi kami atraktif pintar dan menggemaskan :p
*narsisnya keluar*
nah, urusan nabung ini, sungguh berat buat saya sama oz. karena kami pasangan baru yang....ehm,doyan jajan dan ngabisin duit sejak sebelum menikah. jadi ya, setelah tabungan terkuras habis untuk pernikahan, tabungan kami, literally minim sekali, meski jangan dibilang gak ada sama sekali juga sih. tabungan ada, tapi well, sangat tragis nasibnya.
kami berdua sungguh beruntung kerja di tempat yang "ramah" dalam urusan fasilitas kesehatan. jadi ya setelah menikah, rasa harus untuk menabung gak pernah kuat karena hal-hal terburuk yang bisa kami bayangkan dari "otak jajan" kami adalah soal sakit. tapi kalo kami sakit, kan alhamdulillah bisa ditolong dari kantor. jadi ya, kami nabung tapi dikit, sisanya? saya sih belanja online :D kalo oz gak jauh-jauh dari ngurusin si penyok, motor tua kebanggan kami :)))
tekad untuk menabung semakin besar keluar setelah tau ada bayi. wooow, anak kami berhak untuk hidup nyaman bersama orangtuanya kan? anak kami tidak akan kekurangan kasih sayang dan kepercayaan orangtuanya. tapi, bisakah kami menjamin anak kami nyaman dengan fasilitas yang kami berikan untuknya?
ya, kami harus nabung lebih besar lagi ini mah. kami ingin anak kami bangga, orangtuanya akhirnya mampu berpikir skematis dan jangka panjang demi dia dan keluarga kami nanti. kami ingin tinggal di rumah yang nyaman, tenang karena tanpa hutang sana sini, serta bahagia karena anak kami bahagia.
siapa bilang money dont buy happiness? :)
no, kami gak bilang kami keluarga matrealis yang hanya peduli dengan materi, kami hanya ingin pribadi tangguh yang kokoh karena kami gak punya obstacle dalam urusan finansial. Thats how we see it!
No comments:
Post a Comment