Showing posts with label movie. Show all posts
Showing posts with label movie. Show all posts

Sunday, April 13, 2014

The Raid 2: Berandal, A Movie Review


Saya mau usul sama Gareth Evans, judul The Raid 2 jangan Berandal, ganti aja lah sama "Mengelus Wajah Arifin Putra". Cociks banget eym.
Jadi begini, Sabtu kemarin itu, saya diajakin nonton bareng The Raid 2 di Blitz PVJ sama Smartfren. Yang istimewa, ada tiga aktornya yang main disitu, Iko Uwais, Ferry entahlahnamapanjangnyasiapa, dan Kang Cecep Arif Rahman (secara dia udah tuir suriwir, jadi siapapon manggil dia akang), juga ikutan hadir pas nonbar.
Sebenarnya, ini nonton yang kedua kalinya. Gila ya si Eva, niat banget support film Indonesia!
err, gak juga sik, karena yang kali ini gretong aja sih bo, jadi mau. Yang pertama kali mah udah sama Ojak, pas filmnya baru diputer di bioskop BIP pertama kali.
*Hidup Gretongan!*

Karena setelah nonton yang pertama gak dibikin review-nya, maka sekaranglah review-nya. Banyak spoiler sih, tapi sebodo amat, blog ini kan ga ada yang baca, muahahaha..
Alkisah ini tuh terusannya The Raid 1 (Yayealahya), dimana sang boga lakon, Rama (Iko Uwais), menuntut balas akan kematian kakaknya (Donny Alamsyah) yang dibunuh mati Bejo (Alex Abbad).
Sebenernya, Rama itu polisi jujur, cuman dia ada di sistem yang salah, waktu dan tempat yang salah pula. Pokoknya dia serba salah deh.

Setelah tim The Raid pimpinan Kapten Jaka metong semua, Rama dan satu temennya dianggap tidak pernah ada atas perintah Bunawar (Cok Simbara). Kayaknya, si Cok ini boga lakon juga soalnya dia pengen mengungkap pejabat polisi mana aja yang korup. Tapi entahlah, terlalu banyak kepentingan di film ini jadi belum ketauan yang slaah banget itu yang mana.
Bunawar lalu minta Rama menyamar ke geng-nya Bangun (Tio Pakusadewo) untuk tau pejabat polisi yang korup itu. Masalahnya, susah ndeketin Bangun itu. Makanya, si Rama, yang lalu berganti nama jadi Yuda, disuruh menyusup ke penjara, tempat anaknya Bangun, Uco (The One and Only Gantengest Man in Indonesia Right Now: Arifin Putra) juga lagi dipenjara. Biar sampe ke penjara, Yuda musti nyiksa anaknya politisi (entahlah namanya siapa), dimana si politisi ini (ga disebutin juga siapa) yang menjarain si Uco.
Di penjara, Yuda ahirnya dikenal Uco karena sempet mencegah Zack Lee, itu loh suaminya Nafa Urbach (penting banget) yang mau nusuk Uco. Setelah keluar penjara, si Yuda dijemput Uco, dan Uco memasukkan dia ke dalam geng bokapnya.

Geng Bangun ini punya rival Geng Goto asli Jepang. Selama 10 tahun ini mereka hidup rukun berdampingan tanpa kurang suatu apa. Sayangnya, muncul geng si Bejo yang dianggap anak bawang tapi udah sok jago mau nyaingin mafia senior. Konfliknya ada di Uco yang gak juga dikasih tahta sama si babeh. Akhirnya Uco membelot ke si Bejo. Dan ternyata klien si Bejo adalah Reza (Roy Marten) yang rupanya salah satu pejabat polisi korup. Endingnya, Uco merasa dia udah dikadalin si Bejo dan akhirnya dia bunuh itu si Bejo dan Reza yang terus2an ngeledekin Uco. Tapi Uco harus mati di tangan Yuda karena simpel aja sih, Yuda boga lakonnya. Geng Goto gimana? Mereka mah ketempuhan riweuh-riweuhnya aja, tapi ga disebutin kepentingannya di film ini apaan.

Disini, assassin si Bejo emang mencuri perhatian. Ada si Kang Cecep yang entahlah nama karakternya itu siapa, kita sebut saja si Lomie Ayam. Karena pas dia munchul, di belakangnya itu ada deretan gerobak Lomie Ayam. Curiga sebelum bunuh Prakoso (Yayan Ruhian), dese makan lomie dulu yes, lapar kali ah, nanti tenaganya kurang. Pembunuh lainnya adalah si Jullie Estelle yang jadi Hammer Girl. Keren kali dia, dandanannya apik, meski si dua palunya ganggu yee.. yakali nemu tas cewe isinya palu mamang-mamang kuli bangunan gitu. Sama satu lagi, sodaranya si hammer girl, batter boy (Ferry entahlahnamapanjangnyasiapa). Mereka ini minim dialog tapi maksimal adegan berantemnya. Si Jullie Estelle malah dia bisu, si kang cecep ekspresi mukanya senyam senyum aja, macam naksir si iko, dan dialog si ferry cuma dua kali, dan isi kalimatnya sama: "siniiin dong bolanya."
Gitu doang sih gue juga bisa. *dipalu jullie estelle*


**Kata Ojak, Kang Cecep ini mau diajakin dari The Raid 1 tapi nolak soalnya udah keterima jadi: GURU. Hail Kang Cecep!**
**Suka sama kostumnya Hammer Girl, terutama sepatunyaaa**
**Baseball Bat Man**
NAH, above all my story is, karena ini nonton yang kedua kalinya, gue udah ga merhatiin jalannya cerita, karena udah tau. Jadi, yang gue lakukan sepanjang film, terutama setelah si AP muncul adalah: DZIKIR.
Subhanalloh, Maha Suci Alloh, sempurna banget ya Alloh..
Meski tiap si Uco ngomong, gue selalu berusaha keras menyingkirkan bayangan Jim Carrey di otak gue, dan mengalihkan perhatian pada: rambutnya.
Rambutnya si Uco itu tipe si Derek Shepherd gitu, ala-ala McDreamy-lah.. yang lurus-kriwel dibuat klimis dengan bantuan minyak rambut gituu.. jadi kalo si uco gerakannya agak heboh gitu, di jidatnya itu ada rambut dikit menjuntai mirip ciri khas superman. Pengen deh gue gelayutan disitu..
Trus, ada adegan si Uco dipukulin bokapnya kan, itu gue pengen deh meluk Uco trus dengan penuh kasih sayang gue bawa dia ke puskesmas Garuda..
*antiklimaks*

**sini sayang, aku obatin yah luka kamuhh**
**itu idung apa perosotan?**
**mirip Jim Carrey**
Kenapa gue suka AP, adalah karena dia adalah brondong yang mencuri perhatian saat iklan Rexona jaman gue SMA (apa SMP ya?). Di iklan itu, si AP cakeup beuneurr, tapi sayang gue susah cari videonya di youtube, abis udah lama banget, dan kayaknya orang agensi iklannya belom kepikiran upload youtube kali ya..
Terus, AP ini mukanya goofy tapi keren. Rahangnya tegas, idungnya ya Alloooh.. *Dzikir tanpa henti*
Kayaknya kalo butuh penggaris siku-siku bisa minjem idung dia dulu kali ya..
Dan dia sekarang punya pacar, Tara Basro. Ah, jadi sendu dunia gue..
Sekian review The Raid 2, semoga sama-sama insyaf dari keracunan AP yaa!

Friday, April 11, 2014

Aye, Capt! A Movie Review



Shallom!
Kamis kemarin, saya sama Ojak memaksakan menyempatkan diri untuk nonton film Captain America: The Winter Soldier. Kesan dari film ini: gak ada. :D


**suka sama poster yang ini karena si Natasha-nya seksyong**
Memang saya gak begitu 'tune in' sama Captain America dibanding tokoh-tokoh Marvel lainnya. Asaan maksakeun pisan kitu aya tokoh ieu teh.
Udah mah jalan ceritanya aneh, right now he's supposed to be a 95 year old grandpa, tapi ketimbang terlihat bapuk dan peyot, si kapten malah berwajah tampan dan berbodi oke. *elap acay*


**gendong akyu maaas!**
Karena penilaian saya terhadap sosok kapten amerika sudah seburuk itu, jadinya aneh aja liat Chris Evans berperan sebagai cowo macho yang ganteng tapi cara pikirnya oldfashioned. Makanya saya gak nonton kapten Amerika yang pertama. meski sekarang jadinya penasaran sih, gimana sih ceritanya tentara sukwan peot tetiba jadi berotot bagus dan rasanya pengen gelendotan manja aja gitu di dadanya..
Saya lebih suka pas si Chris *akrab ye?* main di Fantastic Four. Mukanya itu cocok kalo berperan jadi bad boys tapi bogalakon gitu.


**SAYA PILIH YANG KIRI**
Tapi sudahlah, The Avengers wont be the same if theres no such thing called Captain America.
Dan film-film Iron Man 3, Thor 2, en Captain America 2 ini memang 'jembatan' menuju Avengers 2. Ini yang bikin saya ngotot untuk nonton. Meh ngarti.

Jalan ceritanya secara singkat terkait dengan S.H.I.E.L.D yang disusupi agen HYDRA, kelompok buatan Nazi di jaman Perang Dunia II. Kecurigaan ini dirasakan Nick Furry, pemimpin SHIELD. terbukti saat seseorang atau sesemakhluk berhasil membunuh dia. sebelum meninggal, Nick Furry bisikin kapten America yang nama aslinya Steve Rodgers untuk membuka file di sebuah flash disc. Data di flash disc ini bisa ada karena agen mata-mata paling handal SHIELD yaitu Natasha Romanov berhasil menyimpannya saat bersama kapten America dan tim The Strike menyelamatkan Lamurian Star, kapal laut milik SHIELD yang tengah dibajak penjahat asal prancis.

Setelah Nick Furry mati, ternyata SHIELD malah balik memburu kapten amerika karena dianggap menyembunyikan kejadian yang sebenarnya saat dia ketemu Nick. Setelah adegan kejar mengejar, Nick yang dibantu Natasha pergi ke camp militer tempat Steve dulu dilatih jadi tentara. Ternyata isi data itu adalah rekaman serius dokter gila orang Hydra. Meski udah mati, tapi pikirannya masih bisa tersambungkan lewat seperangkat alat solat komputer di ruangan bawah tanah rahasia.

Things get worse, mereka berdua kabur dari ancaman rudal bom, dan bersembunyi di rumah Sam. Rupanya, Sam yang udah pensiun jadi tentara ini dulunya pengendali sebuah alat berupa sayap yang bisa bikin dia terbang. Nama alatnya Falcon. Dan sepanjang adegan berantem, si Sam ini yang paling mencuri perhatian saya soalnya keren aja gitu terbang meliuk-liuk dengan sayap peraknya.



**Anthony Mackie sebagai Sam Wilson si Falcon**
Nah, Natasha ahirnya tau siapa pembunuh Nick Furry, yakni Winter Soldier. Pembunuh dari Eropa Timur yang bisa bunuh dua lusin target dalam 50 tahun. Sosoknya itu berambut bob sebahu, tangan kirinya dari logam baja atau apalah pokoknya kuat banget. Mungkin adamnatium macam cakarnya wolverine. dan si pembunuh ini pake tutup muka yang cuma nyisain matanya aja. And that's CUTE actually.
Ketimbang si kapten, aku lebih tergowda oleh si penjahat yang matanya bagus iniiiih..


**MELTED**
Dalam sebuah pergulatan hebat, si kapten sempat membuka tutup muka winter soldier. Kagetlah doski, karena si penjahat ini adalah sohib karibnya jaman masih abege dulu, James Buchanan "Bucky" Barnes. Antara kaget dan seneng juga sih si kapten kata saya mah, ternyata di dunia ini yang umurnya 90 tahun tapi masih macho gak cuma dia doang.
jadi, si kapten cerita kalo si bucky ini soulmate jaman jadi tentara. Bucky dikira udah mati karena terjatuh dari pesawat pas si kapten berusaha menunaikan misi. Entahlah misi apa itu karena itu dari film yang pertama. dan saya ga mau susah googling buat nyari tau, hehe

Ternyata, si Bucky ini diselametin sama dokter gila itu yang membuatnya jadi setengah monster dengan menghilangkan ingatannya. Kedua veteran yang meski-udah-tua-tapi-masih-ganteng itu sama-sama membeku dan dibekukan sehingga bisa kembali hidup setelah puluhan tahun lewat.


**Sebastian Stan sebagai Bucky Barnes**
**KUNYAH AKU MAS, KUNYAH AKU!**
Kejutan lainnya adalah, Nick Furry ternyata gak mati. Dia lalu cerita kalo penjahatnya itu si Pierce, dewan direksi SHIELD yang ternyata komplotan Hydra. Dia mau meluncurkan program insight, yaitu program yang bisa bunuhin semua orang yang dianggap berpotensi bisa menggagalkan misi Hydramenguasai dunia. Potensi ini bisa didapat dari algoritma Zola kepada orang-orang di muka bumi ini yang semakin hari semakin digital. Dengan perhitungan matematika yang pasti bikin otak saya langsung amnesia ini mampu mengkalkuklasi setiap sejarah manusia yang datanya diunggah ke internet.

Saya merasa setiap bagian cerita dari kapten america itu for entertaining semata. tapi mencermati program insight ini, jadi ngerasa "ita juga ya", gimana kalo program semacam insight ini beneran ada. parah bet ini pasti. Dunia bakal dikendalikan sama orang yang punya program ini.
Dan ohya, saya jadi gak sreg pas denger "algoruma Zola", soalnya jadi inget Zumi Zola yang bupati cakep dari palembang tapi sudah berlaku pengecut sama ayu dewi..


**anti klimaks**

Oke, lanjut.
Seperti setiap cerita superhero dong ya, program ini berhasil digagalkan. dan diakhiri dengan kebingungan si Bucky atas masa lalunya. Meski dia nganggep si steve itu misi untuk dibunuh, pada akhirnya dia nyelametin si kapten sebelum menghilang.
Setelah kredit, seperti biasa, ada spoiler untuk film berikutnya. kayaknya untuk avengers 2. setelah scene itu, saya sama ojak ninggalin bioskop. dan barusan ojak nge-wasap, senah setelah kredit beneran habis, ada lagi scene dimana si Bucky lagi liat-liat tentang sejarah kapten amerika di museum smithsonian.
Yaelaaaah.. *pengen nimpuk orang yang ngasih ide spoiler-ception ini deh ah!*

Dari film ini, yang saya nilai keren justru peran-peran ceweknya. Paling favorit tentu si Black Widow Natasha Romanov ya.. tapi ada juga agen CIA lucuk yang bertugas jagain si kapten dengan jadi tetangganya dan berpura-pura berprofesi perawat. Dan juga si agen Hill, yang pernah tembak-tembakan sama Loki, adeknya Thor, di The Avengers. Sama satu lagi yang bikin gong. Nenek-nenek anggota dewan direksi SHIELD yang pas keadaan gawat darurat tetiba jadi ganas dan jago silat, hahaha.. eh gak taunya itu si Natasha yang lagi nyamar.. Beuuh..


THE CHICKS:
**ScarJo as Natasha Romanoff**
**Cobie Smulder as Agent Hill**
**Emily VanCamp as Sharon carter. mukanya flawless ya, kayak efek CGI :D**
**Hayley Atwell as Peggy Carter, muncul udah peyooot banget, dulunya cinta pertama si kapten**
Begitulah review film pertama di blog ini. memang penuh spoiler, muahahaha.
daaan, tak lupa saya akan cerita soal program menuju langsing 2014 hari kelima.
Dari panduan mengecilkan perut yang kemarin diposting, hari kelima bagian sit up sama squatnya istirahat dulu, jadi tadi cuma push up aja 18 kali. Yaaay, no more cangkeul pahaaaa..
*masih belum temenan sama squat*

Cuman, tadi sarapannya ngaco. Shake ga diminum. Simply sengaja aja. Kenapa ya?
*Haaar, ari Eva, malah nanya balik??*
Jadi tadi pagi pertama kali nyemilin sarapannya si kembar, pir sama jambu, tapi seuprit banget. Terus makan nanas, seuprit juga. terus makan rotinya anak-anak seuprit, terus makan roti boy, seuprit lagi. Pokoknya serba seuprit, soalnya merasa bersalah karena bukan sarapan sehat. ya kenapa masih dikunyah Vaaa?? *depresi*
Siangnya makan indomie bulgogi dengan lima bakso mawar paling kecil, satu tahu lembang, dan dua nugget. kenyang to the max. *yes i know, that wasnt health*
udah deh, dan here i am, lagi kena piket. dan tadi jam 7 malem makan nasi+ati ample kuah+goreng usus. Yep, positif cari penyakit nih si Eva hari ini.
Jadi, apa kabar menuju langsing 2014?

T________T

Tuesday, February 28, 2012

Soul Surfer



Release in 2011



"when u come back from a loss, beat the odds, and never say never, u find a champion."
-Soul Surfer's movie-


saya beruntung bisa beberapa kali menemukan film seperti Soul Surfer.
tipikal film 127 Hours-nya James Franco yang base on true story.
film-film seperti itu feel-nya selalu saya dapet dengan sempurna. its mean im crying.
bukan karena filmnya sedih, tapi karena tokoh dalam film itu sangat kuat dengan kepercayaan pada dirinya.
di 127 Hours, Aron Ralston harus berjuang saat tangannya terjepit celah di pegunungan Amerika, kalo di Soul Surfer Bethany Hamilton harus berjuang jadi pro-surfer meski tangannya digigit hiu.
what an amazing person they are..
its so fullfilled me. dan semakin menumbuhkan semangat kalo saya sebenernya punya kemampuan lebih dari yang saya bayangkan. in every way.



born in Hawaii, she and oceans are soulmate





in 2003, she lost her left arms by shark's bite


but she refuses to stop surfing










Today happiness begins with Soul Surfer's movie yang mengobok-ngobok perasaan saat menontonnya. And its closed by Pak Kumis yang sedang ultah. Thanks for so-called-late dinner, sir! may you have a blessed year! Oya, in case i forget call centre mekdi itu 14045, KFC itu 14022, bank niaga itu 14041 :D
-Day 4, #366happiness-